Update Buku :
Daftar Buku

SANTRI PEWARIS NEGERI

Dipesantren itu hakikatnya tidak mengenal dikotomi pendidikan (ngerti gak istilah tu), perpisahan antara ilmu umum dan ilmu agama, dalam Islam semua ilmu harus dipelajari karena berasal dari sumber yang sama yaitu, Ia yang Maha Mengetahui. Nah, untuk itu, antara ilmu agama dan umum harus seimbang, tidak ada istilah 50 banding 50, tapi 100 banding 100, dua-duanya harus sama-sama dikuasai. Ingat, pemisahan antara ilmu umum dan agama adalah undang-undangnya Belanda saat menjajah dulu, sehingga kaum santri tidak diberi kesempatan untuk mengurus Negara, santri cukup pake sarung and nongkrong dimesjid. Mendobrak pemikiran ini, (teori Belanda) seorang santri haruslah memiliki karakteritik sebagai seorang pewaris negeri, diantara karakteristik tersebut:


karakteristiknya ada di buku "Santri Pewaris Negeri" miliki segera, buku wajib baca bagi santri, eks santri, yang sehari jadi santri, wali santri, alumni, dan siapapun yang ingin menjadi pewaris negeri.
{[['']]}

GERBANG KIAMAT

Buku ini memaparkan dengan gamblang tentang tanda-tanda makin dekatnya kehancuran alam semesta. Disertai peta daerah yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam berbagai nubuwatnya, lengkap pula dengan gambar-gambar ilustrasi untuknubuwat yang masih menjadi misteri.
Tidak ketinggalan pula kaedah bagaimana menyikapi tanda-tanda kiamat dan kejadian-kejadian yang mungkin sekilas mirip dengan nubuwat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam haditsnya.
{[['']]}

SEDEKAH CINTA PENJAGA MASJID

“Kisah-kisah di buku ini mengajarkan pada kita bahwa Allah tidak pernah lengah pada manusia yang mau berbagi dan peduli. Allah akan membalas dengan balasan yang ajaib. Min haitsu laa yahtasib.” (Junaidi Abdul Munif, penulis, editor, dan peneliti el-Wahid Center Semarang)
Sedekah merupakan amal mulia dalam Islam. Di dalamnya terekspresi semangat peduli dan berbagi kepada sesama, terutama yang tengah membutuhkan uluran tangan  alias bantuan. Dan Islam mengajarkan, bahwa sedekah tak harus dengan harta. Sedekah juga bisa dimanifestasikan dalam bentuk-bentuk lain selain harta.
Rasulullah Saw pernah bersabda: “Setiap ruas tulang manusia harus bersedekah, setiap hari selama matahari masih terbit. Engkau mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah; engkau menolong seseorang untuk menaiki tunggangannya atau menaikkan barang-barang tunggangannya adalah sedekah; kata yang baik adalah sedekah; setiap langkah yang diayunkan menuju shalat adalah sedekah; serta engkau singkirkan gangguan dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
{[['']]}

MEMBUMIKAN ETIKA ISLAM

Akhlak adalah suatu nilai-nilai yang bersumber dari hati yang mana dapat menentukan baik atau buruk suatu tindakan yang  dilakukan.
Etika adalah sebuah tatanan perilaku berdasarkan suatu sistim tata nilai suatu masyarakat tertentu. Jika dibandingkan dengan moral, maka etika lebih bersifat tempaoritis dan secara khusus etika bersifat umum.
Moral memiliki arti yang hampir mirib dengan etika yaitu yang berhubungan dengan kebiasaan yang timbul dari diri manusia.
Metaetika, secara bahasa mataetika adalah melebihi atau melampaui yang artinya secara implikatif makna yang terkandung di dalamnya mengindikasikan bagaimana ucapan-ucapan manusia dibidang moralitas.
Ilmu akhlak adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang sepatutnya diperbuat sebagai orang kepada pergaulan, menjelaskan tujian yang sepatutnya di tuju manusia dan menunjukkan jalan apa yang selayaknya di perbuat.
{[['']]}

DAKWAH VIA JURNALISTIK

Sebenernya dakwah lewat tulisan sudah dicontohkan oleh Rasululloh SAW sebagai salah satu langkah dakwah yang efektif yaitu dengan pengiriman surat dakwah kepada kaisar, raja-raja maupun pemuka masyarakat pada zaman dahulu.
{[['']]}

DASYATNYA SUCI LAHIR & BATIN

Kita dapat perhatikan bahwa para ahli ibadah, perhatian mereka hanyalah pada penyucian badan saja. Mereka begitu semangat memperhatikan dan mengamalkannya. Namun sayangnya mereka meninggalkan penyucian batin yang diperintahkan baik yang wajib atau pun yang sunnah. Mereka hanya memahami penyucian hanyalah penyucian badan saja (secara lahiriyah).
Sebaliknya, kita perhatikan pada orang-orang tasawuf, perhatian mereka hanyalah pada penyucian jiwa. Mereka begitu semangat memperhatikan dan mengamalkannya. Mereka meninggalkan penyucian badan yang diperintahkan baik yang wajib atau pun yang sunnah.
Kelompok pertama (para ahli ibadah) selalu merasa was-was dan was-was di sini tercela. Mereka begitu boros dalam bersuci dengan air dan membersihkan sesuatu yang dianggap najis padahal bukanlah najis. Lantas mereka meninggalkan penyucian jiwa yang disyariatkan seperti menjauhkan diri dari hasad, sombong dan dendam pada saudaranya. Inilah yang menyebabkan mereka tidak jauh beda dengan Yahudi.
Sedangkan kelompok kedua (orang-orang sufi), terlalu menyibukkan diri sampai dinilai tercela. Mereka begitu berlebihan dalam memperhatikan selamatnya batin (hati). Sampai-sampai mereka menempatkan kebodohan di belakang dan mereka lebih memperhatikan hati mereka. Mereka tidak bisa membedakan antara keselamatan batin untuk melakukan sesuatu yang terlarang dan keselamatan hati untuk melakukan sesuatu yang diperintahkan. Sampai-sampai dari kebodohan semacam ini, mereka tidak menjauhi najis dan mengerjakan thoharoh yang wajib. Orang-orang tasawuf di sini tidak jauh berbeda dari Nashrani.
{[['']]}

DASYATNYA DZIKIR

Kebenaran yang diterima dari hasil perenungan sendiri lebih utama daripada kebenaran yang diterima dari orang lain. Namun, perlu diketahui, menerima kebenaran dan menemukan kebenaran adalah dua hal yang berbeda. Menerima kebenaran berarti cukup dengan mengikuti. Sedangkan menemukan kebenaran hanya bisa terjadi melalui perenungan yang mendalam dan dinamis. 
Kebenaran yang ditemukan sendiri ibarat mata air yang tidak pernah kering. Sedangkan kebenaran yang kita terima dari manusia ibarat hujan di musim kemarau. Tentu saja kebenaran di sini bukan seperti kebenaran satu ditambah satu sama dengan dua, tetapi maksudnya adalah kebenaran yang bisa memberikan pencerahan bagi jiwa. Misalnya, perbuatan maksiat itu sama dengan menandatangani kontrak untuk hidup dalam kesulitan.

Proses untuk menemukan kebenaran adalah dengan berpikir dan berzikir, sebab ia akan menyuburkan akal dan jiwa kita sehingga kita mampu menjadi penyejuk bagi kehidupan ini. Orang-orang yang ditakdirkan hidup berdampingan dengan kita senantiasa akan merasa senang dan bahagia. Dengan berpikir dan berzikir akan tumbuh kecintaan dalam diri kita untuk menolong orang yang sedang kesusahan atau membantu orang yang sedang membutuhkan.

Dengan memahami kalimat-kalimat indah yang kerap kita zikirkan, baik seusai shalat, di sela-sela aktivitas kerja, saat duduk, berdiri, atau berbaring, kita akan merasakan pengaruh yang benar-benar nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir akan menghidupkan ruh setiap pikiran, perkataan, serta perbuatan yang kita lakukan. Yang terpenting dari berpikir dan berzikir bukan kuantitasnya, namun juga besarnya pengaruh pada diri sendiri dan orang lain yang ditakdirkan hidupnya bersentuhan dengan kita.
{[['']]}

PINTAR DOA DAN DZIKIR

Perumpamaan Orang Yang Berdzikir
Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.? (HR.Bukhari dan Muslim)
Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: ?Pastikan lisanmu selalu basah dengan dzikrullah.?(Hadis sahih, diriwayatkan At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ?Rahimahullah berkata: ?Dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikan dikeluarkan dari air?.?
{[['']]}

PEDOMAN KURBAN

Haji dan qurban mengisyaratkan keberserahan diri seorang Muslim terhadap perintah Allah SWT, dalam merealisasikan syariahnya. Sedangkan hubungan syariah agama Islam ini bagaikan satu kesatuan sebuah keluarga. 

Ibadah haji dan kurban bermula dari kisah Nabi Ibrahim sebagai lambang tauhid berhadapan dengan kesyirikan yang diwakili oleh ayahnya sendiri dan masyarakatnya. Apa arti semua itu bagi umat Islam? Kisah yang mengharukan dan filosofis tentang perjalanan Nabi Ibrahim dilukiskan Alquran hanya dalam 10 ayat pendek, dan di bagian lain sebuah pernyataan yang juga hanya sekitar 10 ayat. Yang pertama, kurban adalah simbol pengorbanan demi membela tauhid, dan yang kedua, kurban demi membela dan membantu kaum fakir miskin. 

Memang, kurban ini wujudnya berupa hewan yang secara simbolik dipersembahkan kepada Tuhan. Tetapi, konkretnya yang sampai kepada Allah bukan daging dan darahnya, melainkan yang sampai adalah ketakwaan (QS 22: 37). Ketakwaan yang menjadi salah satu syarat ini, tak lain adalah kecintaan kepada Tuhan dan ini menuntut juga untuk mencintai sesama manusia dengan segala perbuatan baik. 

Berbuat amal kebaikan harus diwujudkan dalam simbol-simbol lahir dan batin, seperti penyembelihan hewan kurban dengan tujuan utama daging hewan itu dibagikan kepada masyarakat kurang mampu. Sedangkan, niat dan tindakan adalah sebuah manifestasi ketakwaan. Kita dapat belajar dari kurban hewan yang dilakukan oleh Rasulullah. Rasulullah menyembelih sebanyak 100 ekor, menurut satu sumber, dan 63 ekor menurut sumber lain, bukan sekadar untuk ulang tahun yang ke-63, tetapi terutama sebagai rukun ibadah untuk menyantuni masyarakat tidak mampu. 
{[['']]}

AKU CINTA BAHASA AL-QUR'AN

Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.
Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi danRasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secaramutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas"
Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi IsaAS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.
{[['']]}

SHOLAT KHUSYUK

Sesungguhnya Ibadah Shalat merupakan sebaik-baiknya amal, ia mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah Subhânahu wa Ta’âla, ibadah inilah yang membedakan antara orang mukmin dan kafir. Ia merupakan ibadah yang mampu melebur dosa seseorang. Ketika seorang mukmin mengetahui betapa pentingnya shalat dan begitu mulianya kedudukannya di sisi Allah Subhânahu wa Ta’âla, maka tentu sebagai seorang muslim kita harus melaksanakannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh aturan Syariat kita, yaitu Islam. Shalat khusyu’ merupakan dambaan setiap kita, bahkan berbagai macam cara yang dilakukan seseorang untuk menggapai Shalat khusyu’, diantara mereka ada yang mematikan lampu ketika shalat, ada yang memejamkan matanya, ada yang mengosongkan semua fikirannya, ada yang merasakan terbangnya rohnya ketika shalat, bahkan untuk menggapai kekhusyukan mereka membuat pelatihan-pelatihan shalat khusyu’. Tentunya semua hal ini menimbulkan suatu pertanyaan, apakah memang seperti itu shalat khusyu’? Apakah cara-cara seperti tersebut sudah sesuai menurut tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Insya Allah melalui beberapa edisi buletin ini kita akan kupas kenapa pentingnya shalat khusyu’? Apa definisi khusyu’? Apa hukumnya dan apa kiat-kiat untuk menggapainya?
{[['']]}

KESESATAN AJARAN SYIAH

Secara garis besar ada empat hal yang menyebabkan kaum Syiah disebut aliran sesat, yaitu: Tashbih (menyerupakan Imam dengan Tuhan), Ba’da, Raj’ah (kembalinya sang imam setelah wafatnya yang bukan sebenarnya) dan Tanusukh (reinkarnasi).
Menurut terminologi, kata Syiah tertuju kepada satu sekte (firqah) yang mengaku sebagai pengikut dan pendukung setia Ali bin Abi Thalib dan keturunannya, sehingga menjadi nama yang khusus bagi mereka. Syiah adalah kaum muslimin yang menganggap pengganti Nabi Saw merupakan hak istimewa keluarga Nabi, dalam hal ini Ali ra dan keturunannya.

{[['']]}

PANDUAN SYAR'I CARA BERSUCI

Buku ini mengajarkan cara bersuci sesuai dengan syariat dan secara syar'i dalam agama Islam.


{[['']]}

TAHAJUD DAN DHUHA

Tahajud adalah tempat keluh kesah apapun masalah kehidupan saya. Dan Alhamdulillah Alloh SWT selalu menunjukkan jalan yang terbaik untuk saya....
{[['']]}
 
Support : Creating Website | Hamdani Aji P | Indrastuti
Copyright © 2011. Yasin Coorporation - All Rights Reserved
Template Modified by Creating Website Published by Hamdani Aji P
Proudly powered by Wisanggeni